UDAN MAS TIBAN

Rezanades MIB, MM

Konon keris Udan Mas adalah keris yang bisa membuat seseorang menjadi kaya. Oleh karena itu, keris ini banyak dicari kaum saudagar/ pedagang / pebisnis. Dengan harapan supaya perdagangannya menjadi laris. Udan adalah Hujan, sedangkan Mas artinya emas. Jadi Udan Mas adalah Hujan Emas, seperti dibayangkan seseorang yang mendapat hujan rezeki yang deras. Udan Mas sendiri sebenarnya adalah nama pamor. Keris yang memiliki motif pamor ini sering dijuluki keris Udan Mas. Biasanya keris kuno yang memiliki pamor Udan Mas adalah keris lurus. Jarang sekali ditemukan keris luk kuno yang memiliki pamor Udan Mas. Kebiasaan ini adalah sebuah konsensus yang terjadi dengan sendirinya menjadi kesepakatan umum dikalangan Empu keris untuk tidak membuat keris luk dengan pamor Udan Mas. Sehingga kalau ada keris luk kuno yang memiliki pamor Udan Mas Tiban bisa dipastikan keris tersebut adalah langka. Dan kelangkaan ini menjadi sesuatu yang berharga dimata para kolektor Tosan Aji atau barang antik. Sehingga bisa dihargai dengan harga yang tinggi.

Keris luk kuno yang ditemukan berpamor Udan Mas biasanya adalah berdapur Sempana. Sedangkan, dapur keris kuno yang memiliki pamor Udan Mas banyak ditemukan berdapur Brojol dan Tilam Upih. Sedangkan tangguhnya yang terkenal memiliki pamor Udan Mas berkualitas adalah tangguh Pajajaran dan Tuban. Kerajaan Pajajaran adalah kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Jawa Barat, dengan ibu kota di Pakuan (sekarang Bogor) dari abad ke-15 hingga abad ke-16. Kerajaan ini dikenal juga dengan nama Kerajaan Sunda, mencapai masa kejayaannya di bawah Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dan akhirnya runtuh setelah diserang oleh Kesultanan Banten pada tahun 1579. Sedangkan Tuban tidak pernah menjadi kerajaan besar yang mandiri, melainkan selalu menjadi wilayah bawahan kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Demak hingga Mataram Islam. Sejarahnya dimulai dari era sebelum Majapahit dan menjadi kota bawahan penting yang terkenal sebagai pelabuhan perdagangan internasional yang kuat pada masa Majapahit, dimana salah satu Adipati Tuban yang ternamanya, adalah Ranggalawe.

Kreativitas Empu sebagai seorang seniman Tosan Aji tentu tidak lepas dari apa yang dilihatnya dimasa ia hidup. Seperti penggambaran pamor Udan Mas yang membuat motif lingkaran – lingkaran di permukaan bilah. Dapat diperumpamakan seperti lingkaran – lingkaran jentik air akibat tetesan hujan yang jatuh ke bumi. Seolah rezki yang terus mengalir seperti air. Kembali lagi soal dapurnya, Udan Mas banyak ditemukan pada keris lurus yaitu Tilam Upih dan Brojol. Kedua – duanya memiliki ciri bilah yang ngelimpo, sehingga cocok untuk dijadikan penampang sebuah pamor yang rumit seperti Udan Mas. Dari pemaknaannya Tilam Upih mengandung harapan agar pemiliknya senantiasa diberikan ketenangan batin. Dan Brojol yang bermakna harfiah ‘keluar’ atau ‘ bayi yang keluar’ , dapat dimaknai agar pemiliknya senantiasa diberikan jalan keluar atau kemudahan dalam segala urusannya. Kalau ditilik dari maknanya ,kedua dapur tersebut memang cocok jika dipasangkan pamor Udan Mas. Sebab banyak pula orang yang pikirannya tidak tenang dalam mencari rizki; sehingga jika dikasih pegangan Tilam Upih Udan Mas moga – moga pikirannya menjadi tenang dalam mencari rezki. Sedangkan yang memiliki Brojol Udan Mas, semoga nanti segala urusannya dalam mencari rezki terselesaikan dengan baik. Untuk dapur keris luk, yaitu Sempana bermakna cita – cita atau aspirasi seseorang. Banyak dianjurkan untuk seseorang agar ia semakin maju dalam berkarya. Jika dipasangkan dengan pamor Udan Mas menjadi sangat cocok. Karena kemajuan karya seseorang selalu bermanfaat untuknya dalam mencari rezki.

Pamor Udan Mas sendiri terbagi menjadi 2 ; yaitu Udan Mas rekan dan Udan Mas Tiban. Pamor Udan Mas yang terjamin keasliannya adalah Udan Mas Tiban. Yaitu motif pamor bulatan – bulatan pada bilah yang terbentuk dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia atau Empu pembuatnya. Tampilannya berupa bulatan – bulatan yang tidak rapi. Pamor ini diyakini timbul atas restu kehendak Tuhan. Atau terbentuk karena rapalan mantra – mantra yang mengandung niat atau harapan buat pemilik keris tersebut. Bila pamor tersebut tidak membentuk bulatan – bulatan, ia akan seperti garis – garis biasa yang tidak beraturan atau yang biasa dinamakan pamor Wos Wutah. Seperti beras yang terkecer berbentuk tidak beraturan, seperti namanya Wos Wutah atau ‘Beras Tumpah’. Sedangkan, Udan Mas Rekan pamornya berupa bulatan – bulatan seperti obat nyamuk bakar terjejer rapi di permukaan bilah. Dengan pola 2 1 2. Seperti namanya Rekan atau Reka-an, yang berarti gambaran bulatan tersebut adalah hasil buatan tangan Empu. Caranya, adalah dengan membuat pamor Wos Wutah, Pedaringan Kebak atau Pulo Tirto. Kemudian bilah di ‘drip’ untuk menimbulkan efek bulatan – bulatan tersebut. Oleh karena itu, banyak pamor Udan Mas palsu yang dibuat dengan cara ini. Bilah kerisnya bisa jadi asli kuno, tapi pamor Udan Masnya dibuat dengan meng drip , bilah kuno tersebut.

Nah, beruntung keris yang saya miliki ini adalah Udan Mas Tiban estimasi tangguh Pajajaran abad 15 – 16. Warna pamor terlihat putih cemerlang yang menjadi khasnya Pajajaran. Kondisi bilah sudah tipis, namun pinggiran nya relatif masih utuh. Bulatan – bulatan tampak disekujur bilah dengan pola yang tidak teratur.

Tinggalkan Balasan