–V for Vendetta– Suara Hati Rakyat Bernama “V”

Pada suatu malam London terguncang, menara Old Bailey meledak. Orang yang meledakkan gedung tersebut mengaku bernama V kepada seorang wanita yang ditolongnya dari perlakuan aparat yang semena- mena. Kita bisa menyebut suasana kota itu sebagai masa kegelapan dari kesewenang- wenangan penguasa. Evey ,wanita yang ditolong V baru saja meninggalkan rumah untuk menjenguk pamannya yang sedang sakit. Namun, tiga orang petugas keamanan yang menyamar tersebut sama … Lanjutkan membaca –V for Vendetta– Suara Hati Rakyat Bernama “V”

“Verboden Toegang voor Honden en Inlander !” Anjing dan Pribumi Dilarang Masuk !

Verboden Toegang voor Honden en Inlander, kalimat ini dulu terpampang di kolam renang Hindia Belanda di masa penjajahan dahulu kala. Bukan mengada- ada dan berlebihan bila benar dahulu kita pernah disamakan dengan anjing. Amboi ! rendah betul martabat bangsa ini. Disamakan dengan anjing bukan karena semata- mata kita bangsa jajahan. Bukan karena dulu kita berperang dengan panah dan keris melawan Belanda yang memegang bedil. Melainkan … Lanjutkan membaca “Verboden Toegang voor Honden en Inlander !” Anjing dan Pribumi Dilarang Masuk !

Infotainment : Pengingkaran Fungsi Informasi ? II ( Kedua )

Menanggapi tulisan Ignatius Haryanto pada harian Kompas pada Minggu, 26 Juni 2005 lalu yang bertajuk “Infotainment : Pengingkaran Fungsi Informasi ?”. Saudara Ignatius memulai karangannya dengan kalimat ,”sejak kapan kita harus menerima diktum baru : Infotainment, yang merupakan kepanjangan dari informasi dan entertainment ? Kita memang harus mulai merumuskan apa yang dimaksud dengan infotainmen ? Kita melihatnya setiap hari pagi, sore dan malam dan mengapa … Lanjutkan membaca Infotainment : Pengingkaran Fungsi Informasi ? II ( Kedua )