Hancock, Superman Urakan

Hancock adalah seorang pria kulit hitam yang memiliki kekuatan Super. Ia dapat terbang kemanapun ia mau dengan kecepatan tinggi dan dapat meremukkan sebuah kereta api seperti kerupuk. Singkat kata, Hancock memiliki kekuatan yang sama seperti Superman, jagoan komik dari ikon budaya Amerika karangan Jerry Siegel, 1938. Namun berbeda dengan Superman yang senantiasa santun dan tampil memukau, Hancock muncul menjadi “superhero “ yang dibenci orang. Hancock dapat dengan sekali gebrak mematahkan sebuah aksi perampokan dan penyanderaan bersenjata, tapi pada saat yang bersamaan mengakibatkan kerugian fasilitas umum sebesar 9 juta USD. Hancock dapat menghantamkan mobil perampok ke sebuah gedung hingga kemudian menancapkannya ke sebuah antena gedung umum, membuat mulut semua orang menganga yang melihatnya. Hancock dapat menyelamatkan sebuah mobil yang akan ditabrak kereta api, tapi dengan melempar mobilnya dan menghancurkan keretanya. Terlepas dari ratusan nyawa yang pernah diselamatkannya, Hancock juga menghasilkan 800 tuntutan pidana atas pengrusakan fasilitas umum.

Untuk soal penampilan ”…wo ho ho…” jangan sangka ia akan ramah menyapa orang hanya karena ia gemar menolongnya. Hancock adalah seorang gelandangan dan pecandu alkohol berat. Tampang brewokan, pakaian dekil dan nafas bau alkohol selalu menjadi penampilan keseharian Hancock. Bila ia hendak melesat terbang keatas, sebelum “take off” dan “landing” pun Hancock meninggalkan kerusakan di aspal jalanan berupa lubang yang besar, berbarengan dengan suara menggelegar yang memancing gerutu kesal orang –orang disekitarnya. Bagi Hancock impresi dan penampilan tidak begitu penting , bila ada orang- orang yang melempar sumpah serapah kepadanya ia akan balik lagi mengata- ngatai orang itu, “hah ! superhero macam apa ini ?”

Alur hidup Hancock berubah ketika secara tidak sengaja ia bertemu dengan Ray, seorang “Public Relation” (PR) yang mengajarkan Hancock bagaimana caranya diterima masyarakat. Sesuai dengan keahlian profesinya yang berhubungan dengan pencitraan, Ray berusaha membangun citra Hancock dimata masyarakat. Servis ini diberikan Ray secara gratis karena merasa berhutang budi kepada Hancock yang pernah menyelamatkan nyawanya. Ray mengajarkan Hancock banyak hal , mulai dari dalam dirinya sendiri kenapa ia bersikap kasar kepada semua orang yang tidak dikenalnya adalah karena ia kesepian dan dari lubuk hatinya yang terdalam ia menginginkan penerimaan publik, ia menginginkan publik mencintainya atas semua jasa- jasanya yang telah dilakukan selama ini. Hanya karena ia mengingkari kenyataan bahwa ia menginginkan semua itu ia banyak menolak dan mengusir semua orang yang mencoba mendekatinya.

Ray mengajarkan Hancock untuk bercukur , mengenakan pakaian yang rapi, menjauhi alkohol dengan mengikuti klub pecandu alkohol dan mengikuti kursus “anger management” (pengendalian amarah). Ray menyuruh Hancock untuk mulai rajin menyapa orang lain walau ia tidak mengenalnya. Termasuk memuji petugas polisi yang ditemuinya bila sedang menangani sebuah kasus. Aksi “take off “ dan “landing” Hancock juga diperbaiki agar tidak menimbulkan kerusakan di jalanan. Sebagai tanda ciri khas dirinya dan sebagaimana semua superhero di komik- komik, Hancock mulai mengenakan kostum superhero. Ray juga menegaskan pentingnya untuk menjaga keselamatan fasilitas umum saat ia sedang menjalankan aksinya. Tidak ada lagi aksi- aksi urakan untuk membasmi penjahat, lakukan saja tindakan- tindakan seperlunya. Terakhir , Ray menginginkan agar Hancock masuk penjara sebagai solusi untuk memulihkan citra dirinya dihadapan publik. Sebabnya, ada banyak tuntutan dari pemerintah kota yang mengantri atas semua aksi- aksi Hancock selama ini. Cara seperti ini sebenarnya tidak terlalu sulit mengingat strategi yang berada dibelakangnya. Dengan Hancock berada dibelakang jeruji, kriminalitas kota diperkirakan akan meroket sehingga akan membuat kepala Polisi memanggil Hancock keluar penjara untuk membantunya.

Arahan Ray kepada Hancock mirip dengan semua features yang dimiliki oleh Superman. Figur Hancock dalam film “Hancock” ini membuat kita berpikir tentang semua hero yg melindungi kita sejatinya tidak harus terlihat heroik setiap saat. Ia dapat berupa gembel dekil pemabuk yang menyebalkan walau pada intinya ia hadir untuk memberikan pertolongan dengan tulus. Mungkinkah gambaran imaji tentang jagoan berjubah merah ,tampan, berkostum biru dengan logo “S” didadanya hanyalah merupakan representasi dari pemuasan khayalan kita ? Bahwa ada semacam “superhero” yang akan turun ke bumi dan menuntaskan semua masalah yang tidak dapat ditangani oleh manusia biasa. Lagipula bukankah kita selalu menganggap bahwa semua yang terlihat baik adalah baik buat kita dan bukan sebaliknya ? Pada poin- poin tertentu ide kisah ini mampu membuka mata kita tentang heroisme Superman yang serba sempurna yang ternyata belum tentu murni, ia pun dapat berasal dari rancangan seorang Public Relations.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.